NOTE! This site uses cookies and similar technologies.

If you not change browser settings, you agree to it.

I understand

SDGs for All

SDGs for All is a joint media project of the global news organization International Press Syndicate (INPS) and the lay Buddhist network Soka Gakkai International (SGI). It aims to promote the Sustainable Development Goals (SDGs), which are at the heart of the 2030 Agenda for Sustainable Development, a comprehensive, far-reaching and people-centred set of universal and transformative goals and targets. It offers in-depth news and analyses of local, national, regional and global action for people, planet and prosperity. This project website is also a reference point for discussions, decisions and substantive actions related to 17 goals and 169 targets to move the world onto a sustainable and resilient path.

Oleh Ronald Joshua

NEW YORK | BAMAKO (IDN) – Fatou Dembele adalah seorang petani di negara Mali yang dikelilingi oleh daratan, di mana separuh populasinya yang bergerak di bidang pertanian adalah wanita. Pertanian adalah sektor utama untuk mengangkat para wanita ini dari kemiskinan. Namun semakin meningkatnya degradasi lahan dan sumber daya alam yang disebabkan oleh perubahan iklim mengakibatkan keadaan menjadi semakin sulit bagi mereka.

Oleh karenanya, saat pertama kali tanaman Dembele mulai mati, ia mengira bahwa lahannya telah rusak dan mata pencahariannya pun terancam. “Kami mengira tanah kami sakit. Kami tidak tahu bahwa ada parasit yang menyerang akar tanaman dan dapat membunuhnya,” kata Dembele.

Oleh Kalinga Seneviratne

KHAOSAN, Bangkok (IDN) – Saat menyangkut pembangunan berkelanjutan, orang-orang jarang membahas tentang banyaknya pedagang kaki lima yang menjalankan mata pencahariannya di jalan-jalan di Thailand, dan juga di seluruh wilayah lainnya di Asia.

Bahkan upaya untuk menghentikan bisnis mereka – seperti usaha yang dilakukan oleh gubernur Bangkok selama setahun untuk membersihkan jalan-jalan kota dari para pedagang kaki lima – berlalu begitu saja tanpa mendapat perhatian.

Oleh Kalinga Seneviratne

CHANTABURI, Wilayah Timur Laut Thailand (IDN) –Dokter yang giat dan peduli masyarakat di komunitas pertanian pedesaan di wilayah timur laut Thailand ini bekerja sama dengan sebuah sekolah untuk anak-anak kurang mampu, yang didukung oleh sebuah yayasan yang didirikan oleh Putri Maha Chakri Sirindhorn, putri kedua dari almarhum Raja Bhumibol yang meninggal dunia pada Oktober 2016.

Sekolah tersebut bertujuan untuk memberdayakan para murid guna menyelami bidang kedokteran melalui jalur karier yang tak konvensional, yang menghadirkan pendekatan multifaset guna mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Foto: Pemandangan Konferensi Vatikan pada tanggal 10-11 November 2017. Kredit: Katsuhiro Asagiri | IDN-INPS

Oleh Ramesh Jaura

KOTA VATIKAN (IDN) – Ketika para pemimpin dunia menyetujui 'Mengubah dunia kita: Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan', sebagai dokumen hasil KTT Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk adopsi pembangunan pasca-2015 dua tahun lalu, mereka menetapkannya sebagai "sebuah rencana tindakan untuk manusia, planet dan kemakmuran" yang "juga berusaha untuk memperkuat perdamaian universal dalam kebebasan yang lebih besar".

Dokumen tersebut, yang mencakup 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals - SDG) dan 169 target, didasarkan pada sebuah konsensus yang muncul dari diskusi yang berkepanjangan dalam Kelompok Kerja Terbuka. Ini dengan cermat menghindari kata-kata seperti "dunia yang bebas dari senjata nuklir".

Foto: Anders Oskal dari Pusat Internasional Peternakan Rusa Norwegia mengatakan Program Pengawasan dan Penilaian Arktik Dewan Arktik bekerja dengan penggembala rusa kutub dan bagaimana mereka menghadapi perubahan iklim. Kredit: Lowana Veal | IDN-INPS.

Oleh Lowana Veal

REYKJAVIK (IDN) - “Penduduk pulau tidak ada hubungannya dengan perubahan iklim meskipun mereka mungkin paling menderita,” Nainoa Thompson dari Polynesian Voyaging Society mengatakan kepada sebuah seminar Lingkaran Kutub Utara yang berfokus pada perspektif global mengenai pengetahuan tradisional, sains, dan perubahan iklim. Thompson berasal dari Hawaii, namun rekan pembicaranya berasal dari Thailand, Chad, Fiji, Kenya, dan Laplandia Norwegia.

Penderitaan penduduk pulau Pasifik Selatan adalah salah satu tema utama Majelis Lingkaran Arktik tahun ini, yang diselenggarakan di Reykjavik untuk tahun kelima berturut-turut. Acara tahun ini (berlangsung dari tanggal 13 sampai 15 Oktober) sangat luas cakupannya, dengan pilihan 105 sesi pelarian (seminar) serta pidato dan diskusi panel.

Foto: Sekawanan Moorish Idol berenang melintasi terumbu karang, Ha’apai, Tonga. Oleh: UNEP GRID Arendal/Glenn Edney

Oleh J Nastranis

PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA (IDN) – Laut sangatlah penting bagi kemanusiaan dan masa depan kita bersama dalam seluruh keberagamannya. Laut menyelimuti tiga perempat bagian dari planet kita, menghubungkan populasi dan pasar, dan merupakan bagian yang penting dari warisan alam dan kebudayaan kita.

Laut menyediakan hampir setengah dari oksigen yang kita hirup, menyerap lebih dari seperempat karbon dioksida yang kita embuskan, memegang peranan penting dalam siklus perairan dan sistem iklim, serta merupakan sumber penting bagi keanekaragaman hayati dan ekosistem planet kita.

Foto: Anak perempuan dari program Perlindungan Kaum Muda di Malawi, yang menyediakan informasi kesehatan seksual dan reproduksi, membantu kaum muda mengakses layanan kesehatan, dan menawarkan pelatihan kepemimpinan. Kredit: UNFPA Malawi/Hope Ngwira.

Oleh J Nastranis

NEW YORK (IDN) - Kurang dari 30 dolar yang dihabiskan per orang per tahun dapat menghasilkan keajaiban bagi kesehatan dan pendidikan remaja, menemukan sebuah studi baru yang ditugaskan oleh UNFPA, United Nations Population Fund.

Laporan tersebut telah dipublikasikan di The Lancet pada malam Pertemuan Musim Semi Bank Dunia di Washington D.C. dari tanggal 21 April sampai 23 April 2017, di mana para pemimpin keuangan dan pembangunan dari 188 negara dijadwalkan membahas kebutuhan kritis untuk berinvestasi pada remaja.

Photo: Youths of Rocket and Space group in Kathmandu brainstorm on how to make their presentations on Sexual and Reproductive Rights more effective. Credit: Stella Paul | IDN-INPS

Oleh Stella Paul

KATHMANDU (IDN) – Pabitra Bhatarrai (21 tahun) adalah seorang wanita muda pemalu dengan suara lembut dan yang senyum selalu tersungging. Namun, tanyakan padanya tentang layanan kesehatan seksual dan rasa malunya hilang secara tiba-tiba ketika dia berbicara dengan berapi-api tentang bagaimana kaum muda di negaranya seharusnya memiliki hak terhadap layanan itu.

“Masa depan negara kami ada di pundak para pemuda. Sehingga kami tidak boleh merisikokan negara kami dengan dipenuhi kaum muda yang menderita HIV. Kami harus mendapatkan akses penuh ke layanan kesehatan seksual dan reproduksi (SKSR),” ujarnya, yang tiba-tiba saja bersuara jauh lebih dewasa dibandingkan usianya.

Photo: Roundtable. Credit: Nobuyuki Asai | SGI

Oleh Jaya Ramachandran

JENEWA (IDN) - Para wakil dari iman organisasi berbasis iman (FBO), badan PBB, LSM dan lembaga akademis telah menekankan perlunya terlibat dengan masyarakat lokal beriman untuk mengurangi kerentanan terhadap risiko bencana, mendengarkan, dan mempertimbangkan suara terutama wanita yang sering mendapat dampak paling buruk.

Meja bundar terhadap Hari Internasional Pengurangan Bencana yang dirayakan pada tanggal 13 Oktober juga memohon untuk mendukung masyarakat lokal beriman dengan kegiatan reduksi risiko bencana (DRR) lokal, dan memaksimalkan kontribusi dari FBO, dengan 'menggunakan' modal rohani mereka.

Photo: Artificial limbs at the UXO Information Centre In Vientiane made in Laos for people whose limbs were blown off by the Unexploded American bombs. Credit: Kalinga Seneviratne | IDN-IPS

Oleh Kalinga Seneviratne

VIENTIANE (IDN) – Kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Laos di awal September membantu untuk memusatkan perhatian pada salah satu kejahatan perang yang paling menghebohkan dalam sejarah, pengeboman atas negara Asia Tenggara yang terkungkung dan kecil selama Perang Indochina pada tahun 1960-an dan 1970-an, serta korban manusia dan biaya pembangunannya.

Page 1 of 2

Newsletter

Donate

We are a close partner of the Global Cooperation Council and request your support for continuing to raise international understanding with a view to eradicating poverty and inequality, halting environmental degradation, and fostering prosperity, and peace and justice.



Striving

Striving for People Planet and Peace 2018

Mapting

MAPTING

Fostering Global Citizenship

Partners

 


Please publish modules in offcanvas position.